Senin, 03 Agustus 2009

AUTOMATIC WEATHER STATION (AWS)

Alat pengukur cuaca otomatis (Automatic Weather Station / AWS) merupakan alat yang terdiri dari beberapa sensor terintegrasi yang digunakan untuk melakukan pengukuran tekanan udara, suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin, radiasi matahari, serta curah hujan yang di rekam secara otomatis.

Spesifikasi dan Komponen

Tipe AWS yang digunakan oleh BPPT adalah tipe Vaisala MAWS-201 dengan komponen sensor yang terpasang adalah sensor suhu dan kelembaban (QMH101), tekanan (PMT16A), angin (QMW101), radiasi matahari (QMS101), dan hujan (34-T). Gambar 1 adalah gambar AWS lengkap dengan sensor-sensornya.

Pemasangan Peralatan

Pemasangan peralatan AWS cukup mudah. Persyaratan dalam melakukan pemasangan AWS tidak berbeda jauh dengan pemasangan ARG. Detail pemasangan AWS dapat dilihat pada modul presentasi pemasangan AWS, Secara berurutan, garis besar yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :
  • Memasang tripod atau kaki penyangga AWS dan mengatur ketinggian tripod serta mengarahkan solar panel ke arah Selatan
  • Memasang sensor-sensor, serta pengkabelannya
  • Memasang baterai atau power supply dan menghubungkannya dengan solar panel
  • Menghubungkan AWS dengan Komputer untuk melakukan kalibrasi sensor angin
Gambar 1 : Peralatan AWS dengan komponen sensor yang terpasang

Proses Pengambilan Data

Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk proses pengambilan data adalah sebagai berikut :
  • Kabel konektor antara Logger AWS dengan Komputer.
  • Komputer atau Laptop yang sudah di install program MAWS terminal untuk proses pengambilan data.
Urut-urutan berikut adalah prosedur pengambilan data dari logger AWS ke Komputer :
  1. Pastikan kabel konektor MAWS dan Komputer telah terpasang dengan baik. Jalankan program MAWS Terminal.
  2. Menu MAWS Terminal akan terbuka dengan keterangan “Port Opened” di bagian pojok kiri bawah, ini menunjukkan bahwa hubungan antara MAWS dengan Komputer.
  3. Lakukan download dengan klik menu “Tools” dan dilanjutkan dengan “Download Log Files”.
  4. Muncul menu yang berfungsi untuk memilih file-file mana yang ingin kita download. Di panel sebelah kiri adalah daftar file data yang ada di dalam logger AWS, dan panel sebelah kanan adalah daftar file data yang telah kita pilih untuk di download.
  5. Klik tombol “Add >” untuk memilih file satu persatu, tombol “add all >>” untuk memilih semua file, sementara tombol “remove” untuk menghapus file yang telah dipilih.
  6. Klik “Start Download” untuk memulai proses download data.
  7. Sebelum proses dimulai, secara default akan muncul menu download preferences. Di dalam menu ini ada opsi yang harus dalam kondisi terpilih (cek), yaitu “Delete log files from MAWS after download” (Menghapus data yang ada di dalam logger setelah proses download selesai) dan “Convert log file to CSV format” (merubah format data dari binari menjadi ascii). Juga perhatikan direktori hasil download dan hasil konversi.
  8. Lanjutkan dengan klik “Start Download” untuk memulai proses download.
  9. Setelah proses download selesai, akan muncul menu konfirmasi apakah data di dalam logger akan di hapus atau tidak. Klik OK untuk konfirmasi penghapusan.
  10. Setelah semua proses download selesai, di layar MAWS Terminal akan muncul prompt yang menandakan MAWS Terminal dalam posisi “service mode”.
  11. Ketik “close” (tanpa tanda kutip) dan dilanjutkan dengan menekan tombol enter untuk merubah “service mode” menjadi “monitoring mode”.
  12. Putuskan hubungan antara AWS dengan Komputer dengan melakukan klik pada menu “Connection” dan dilanjutkan dengan “Hangup”.
  13. Di pojok kiri bawah akan tampil keterangan “Port closed” yang menunjukkan bahwa hubungan antara AWS dan Komputer telah terputus. Lalu klik menu “Tools” dan “Exit” untuk menutup program MAWS Terminal.
Format Data

Data yang terekam di simpan menjadi file harian, contoh L2010326.dat adalah file binary dengan aturan penamaan sbb :
  • Semua log file di awali dengan nama kelompok log (log group), maksimum 2 karakter, diikuti dengan tanggal.
  • Nama Log group biasanya terdiri dari huruf diikuti dengan angka.
  • Contoh di atas mempunyai arti, L2 = log group nomor 2, 010326 = tahun 2001 bulan 03 tanggal 26 (YYMMDD).
Format data dari masing-masing file dengan jelas dapat dibaca dari header yang menyertainya di tiap file data. Gambar 2 di bawah ini adalah contoh header dan arti dari masing-masing kolom.


Gambar 2 : Tampilan contoh data AWS yang dibuka di Microsoft Excel

Dari Gambar 2 dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Header data terdiri dari 2 baris :
  • Baris pertama : memo
  • Baris kedua : Nama variabel
  • Baris ketiga, dan seterusnya : Nilai Variabel

Nama variabel antara satu AWS dengan AWS yang lainnya dapat berbeda tergantung setting yang kita persiapkan. Berikut adalah penjelasan masing-masing nama variabel dari contoh gambar.

  • Time : Tanggal dan Jam perekaman data, nilai ini mempunyai interval yang tetap sesuai dengan setting yang kita lakukan, untuk contoh diatas memiliki interval perekaman setiap 1 menit.
  • Status : Kondisi dari perekaman data, dapat bernilai valid atau invalid.
  • PR1M_SUM : Nilai akumulasi curah hujan dalam 1 menit
  • RH1M_AVG : Nilai rata-rata kelembaban relatif dalam 1 menit
  • SR1M_AVG : Nilai rata-rata radiasi matahari dalam 1 menit
  • TA1M_AVG : Nilai rata-rata suhu udara dalam 1 menit
  • W1dAve1m : Nilai rata-rata arah angin dalam 1 menit
  • W1sAve1m : Nilai rata-rata kecepatan angin dalam 1 menit.
Berikut adalah contoh tampilan dari AWS di komputer :

3 komentar:

Ressy mengatakan...

Assmlkm,
Pak, kalau ingin mengetahui dimana saja lokasi-lokasi dipasangnya AWS BMKG di wilayah Jabodetabek ke bagian mana ya?

Trus kalau mau tau/tanya spek AWS yang digunakan BMKG ke bagian mana juga ya...?

thx
Ressy

ustadzklimat mengatakan...

Coba anda buka http://aws-online.bmg.go.id/show.php di sana ada lokasi-lokasi aws/arg yang anda inginkan.

Anonim mengatakan...

Saya sangat setuju dgn.pendapat anda dan salut cara anda memadukan antara Ilmu meteo dgn.Ilmu agama.Saya juga sering berkata dlm hati.saat kita mengamati cuaca scara langsung,mungkinkah ini yg dimaksud dgn "Bacalah" pada QS Iqro ayat 1, jadi mengamati fenomena alam kemudian menterjemahkan dan selanjutnya mencatat hinga menjadi sebuah Ilmu pengetahuan bagi yg membacanya, tapi sekarang agak lain karena perubahan jaman dan perkembangan teknologi, sehingga seorang Pengamat kebanyakan tidak lebih dari sekedar membaca alat,tidak atau kurang dengan pengamatan langsung kepada alam, Kenapa ? karena kebanyakan mendapat data2 dari alat yg sudah bekerja secara otomatis.Harapan saya teruslah berkarya dan menulis,untuk kemajuan anda dan orang2 Meteo serta siapa saja yg membacanya.Bravo Khairullah Wahid..Wassalam.