Selasa, 03 September 2013

ETOS KERJA, DOA DAN HIKMAH BAGI SEORANG OBSERVER CUACA

Seorang pengamat cuaca/ observer adalah suatu pekerjaan di BMKG yang unik. Sepintas pekerjaan ini tampaknya biasa tapi sebetulnya di dalamnya ada tanggung jawab yang besar dan tak semudah yang dikira. Seorang observer harus tekun dan teliti dalam melakukan pengamatan, penyalinan dan pengiriman data. Membuat prakiraan mungkin bisa salah tapi seorang pengamat cuaca tak boleh salah. Pengamatan dan pengiriman data sinoptik juga haruslah tepat waktu.


Gambar 1. Taruna AMG yang sedang tekun belajar di kelas

Para observer cuaca betul-betul telah dididik dengan intensif di Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG). Taruna dan taruni digembleng dengan disiplin agar kelak menjadi tenaga yang handal, siap diterjunkan ke lapangan pekerjaan meteorologi, klimatologi dan geofisika di seluruh Indonesia.



Seorang pengamat cuaca langsung berhadapan dengan fenomena cuaca yang ada di hadapannya. Ketika turun hujan ia pun langsung turun dengan payung atau jas hujannya untuk pengamatan. Ketika panas terik ia turun dengan topi dan payungnya. Ketika hujan dengan petir, ia berhati-hati untuk pengamatan.

Begitulah pekerjaan kawan-kawan di BMKG. Alangkah indahnya pekerjaan ini kalau dijadikan sebagai ibadah. Dengan melihat fenomena alam melihat kebesaran-Nya dan mengagungkan dengan doa dan dzikir. "Allah itu indah dan menyukai keindahan".

Ada tiga hal yang dijelaskan dalam alquran terkait etos kerja seorang muslim. Pertama, kerja adalah ibadah (QS. Azzariyat : 56). Kedua, kerja adalah amanah (QS. Al ahzab: 72) dan kerja adalah rahmah (QS. Ibrahim: 7).

Bagaimanakah menjadikan pekerjaan ini menjadi ibadah? Ada tiga hal yang dapat membuat pekerjaan jadi ibadah :
  1. Diawali niat yang baik
  2. Dikerjakan dengan cara yang baik
  3. Digunakan untuk hal yang baik
Rasulullah SAW menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan. Rasul bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi. Beliau bekerja untuk meraih keridaan Allah SWT. Suatu hari Rasulullah SAW berjumpa dengan Sa'ad bin Mu'adz Al-Anshari. Ketika itu Rasul melihat tangan Sa'ad melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari. "Kenapa tanganmu?," tanya Rasul kepada Sa'ad. "Wahai Rasulullah," jawab Sa'ad, "Tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku". Seketika itu beliau mengambil tangan Sa'ad dan menciumnya seraya berkata, "Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh api neraka".

Alangkah indahnya kalau pekerjaan ini diiringi dengan doa dan zikir.

Doa yang dapat dibaca oleh seorang observer sebagai berikut :

1. Doa ketika angin kencang

Angin ada dua jenis menurut Syaikh Ibnu Utsmain ra. :
  • Angin yang bertiup biasa dan tak menakutkan. Tidak disunnahkan untuk mengucapkan zikir tertentu. 
  • Angin yang bertiup kencang dan menakutkan. Bila angin bertiup kencang maka tak boleh mencelanya, tetapi mengucapkan zikir sebagaimana zikir Nabi SAW.
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena perbedaan tekanan udara (tekanan tinggi bergerak ke tekanan rendah) di daerah sekitarnya. Angin merupakan udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

Bagaimana cara menentukan apakah angin tersebut kencang atau tidak? Salah satu caranya dengan melihat kecepatan angin melalui skala Beaufort. Skala Beaufort adalah suatu sistem untuk menentukan kecepatan atau kekuatan angin melalui pengamatan tanda-tanda tertentu di daratan. Skala ini dapat dengan mudah digunakan oleh masyarakat umum. Berikut adalah tabel skala Beaufort disertai kecepatan angin prediksinya.

Tabel 1. Skala Beaufort dan kecepatan angin



Apabila terjadi angin yang kencang maka inilah yang sebaiknya dibaca :

Doa ketika angin kencang

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya, dan kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan apa yang dibawanya.”


2. Doa ketika hujan 

https://dpbbm.files.wordpress.com/2013/07/hujan-4.gif 


Hujan adalah air yang diturunkan dari langit ke bumi. Prosesnya terkait erat dengan siklus hidrologi. Air mengalami proses penguapan yaitu evaporasi, penguapan yang berasal dari permukaan air dan tanah dan transpirasi penguapan yang berasal dari tanaman. Proses tersebut sebagai akibat adanya bantuan dari cahaya matahari. Air yang menguap menjadi uap air melayang di udara dan kemudian bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit uap mengalami proses kondensasi membentuk awan. Dengan dibantu angin awan-awan bergerak baik secara vertikal, horizontal maupun diagonal.

Akibat angin maka awan-awan akan saling bertemu, membesar dan menuju atmosfer yang suhunya rendah/ dingin membentuk butiran es dan air. Karena sudah berat dan tak dapat ditampung angin maka akan jatuh ke permukaan bumi melalui hujan (presipitasi).

Hujan merupakan rahmat yang diturunkan Allah. Allah menurunkan hujan tidaklah sia-sia. Hujan yang Allah turunkan memiliki hikmah.

Adab ketika hujan di antaranya :
  • Ketika turun hujan marilah kita menengadahkan tangan karena waktu itu adalah waktu mustajab berdo'a. Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang shalat dilaksanakan, dan (3) Saat hujan turun.”
    • Membaca doa ketika hujan antara lain :
      Doa ketika turun hujan :


      Artinya :

      Ya Allah (jadikan hujan ini) hujan yang membawa manfaat (H.R Bukhari)
      Apabila hujan tersebut lebat dan dikhawatirkan banjir :
      http://1.bp.blogspot.com/-cwVvpqjLEFc/T1oyQNL7aqI/AAAAAAAAAX4/qt3bh5N2elI/s1600/doa-hujan-lebat.jpg 
      Artinya :
      Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami dan janganlah ditimpakan bencana kepada kami. Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah serta tumbuhnya pepohonan (H.R. Bukhari dan Muslim).

      • Jangan mencela hujan karena hujan adalah rahmat.
      • Berdoa setelah selesai hujan sebagai tanda syukur yaitu :
      مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
      Artinya :
      Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami dan janganlah ditimpakan bencana kepada kami. Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah serta tumbuhnya pepohonan.

      3.  Doa ketika terjadi petir dan guntur

      Petir terjadi karena perbedaan potensial muatan antara awan dan bumi, atau awan dengan awan lainnya. Muatan pada awan itu terjadi karena awan bergerak terus menerus secara teratur. Saat terbentuknya awan, terdapat partikel-partikel udara yang saling bertabrakan satu dengan yang lain, sehingga mengakibatkan partikel tersebut bermuatan. Banyak diantaranya bermuatan negatif dan sebagian kecil bermuatan positif. Karena tabrakan semakin sering maka besarnya muatannya pun semakin besar. Akhirnya, karena awan sudah tak kuat lagi menampung muatan listrik, maka terjadinlah loncatan elektron di udara berbentuk kilat dan petir. Kilat adalah cahaya putih yang diakibatkan loncatan elektron di udara, sedangkan petir adalah suara gemuruh akibat loncatan elektron di udara secara tiba-tiba.


      Gambar 3. Peristiwa terjadinya petir dan guntur


      هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ

      "Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guntur itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya." (QS. Al-Ra'du: 12-13)

      Keberadaan petir dan guntur menjadi suatu peringatan keras bagi penduduk bumi. Dan dijadikan juga untuk menghukum sebagian manusia yang Allah kehendaki. Hal ini sebagaimana yang terdapat pada ayat di atas,


      Nabi Muhammad SAW ditanya tentang petir, lalu Baginda SAW menjawab;

      مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ

       “Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.” (HR At Tirmidzi r.a.)

      Doa yang dapat dibaca observer ketika ia berhadapan dengan petir dan guntur :

      Doa ketika mendengar guntur

      “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan kemurkaan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan siksaan-Mu dan berikanlah kami kesehatan sebelum itu.” 
      (H.R. Al-Tirmidzi, Ahmad, Al-Bukhari)

      Doa ketika melihat petir


      Artinya :
      Maha suci Allah, petir dan malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena tunduk kepada-Nya 
      (H.R. Tabrani)

      Demikianlah do'a dan hikmah bagi seorang observer, sehingga ia tak hanya bekerja dan dinas saja tapi disertai do'a dan dzikir dengan nilai ibadah.

      Sabtu, 22 Juni 2013

      PEMAHAMAN YANG MUDAH TERHADAP MJO (MADDEN-JULIAN OSCILLATION

      MJO (Madden Julian Oscillation) adalah fluktuasi musiman atau gelombang atmosfer yang terjadi di kawasan tropik, MJO berkaitan dengan variabel cuaca penting di permukaan ataupun di lautan pada lapisan atas dan bawah. MJO mempunyai siklus sekitar 30-60 hari, periode rata-ratanya 45 hari. MJO terjadi di daerah tropis dan mempunyai pengaruh terhadap daerah lintang tengah dan mempunyai amplitudo yang besar. MJO dapat membantu dalam memprakirakan cuaca 2-3 minggu ke depan.

      Secara gamblang MJO dapat didefinisikan dengan istilah penambahan gugusan uap air yang menyuplai dalam pembentukan awan hujan. MJO terkait erat dengan OLR (Outgoing Longwave Radiation). OLR adalah energi yang meninggalkan bumi sebagai radiasi inframerah pada energi yang rendah. OLR dipengaruhi oleh awan dan debu di atmosfer yang cenderung mengurangi kecerahan langit.

      MJO  menghasilkan fluktuasi intra-musiman. Hal tersebut berpengaruh pada variasi cuaca di daerah tropis. Biasanya daerah yang dilewati MJO akan sering terjadi hujan lebat.

      Intensitas dan keberadaan MJO biasanya dinyatakan dengan indeks RMM (Real-Time Multivariate MJO Index). MJO berkembang dan bergerak ke timur di dalam 8 fase, sesuai dengan lokasi geografi fase MJO.
      • Fase 1 di atas benua Afrika (210° BB- 60° BT)
      • Fase 2 di samudera Hindia bagian Barat (60° BT - 80° BT)
      • Fase 3 di samudera Hindia bagian Timur (80° BT - 100° BT)
      • Fase 4 di Indonesia bagian Barat (100° BT - 120° BT)
      • Fase 5 di Indonesia bagian Timur (120° BT - 140° BT)
      • Fase 6 di kawasan Pasifik Barat (140° BT - 160° BT)
      • Fase 7 di kawasan Pasifik Timur (160° BT - 180° BT)
      • Fase 8 daerah konveksi di belahan Pasifik Timur (180° BB - 160° BB).


      Kondisi MJO terakhir dan prediksi ke depan pada link berikut sedangkan fase MJO terakhir dapat dipantau melalui link ini

      Sumber :
      http://www.bom.gov.au/climate/mjo/
      http://www.cpc.ncep.noaa.gov/products/precip/CWlink/MJO/mjo.shtml
      http://phenomenaalam.blogspot.com/2010/12/mjo-madden-julianoscillation.html

      Selasa, 07 Mei 2013

      KLIMOGRAM

      Klimogram adalah grafik yang menunjukkan interaksi (perpotongan) antara dua buah unsur iklim rata-rata bulanan dalam suatu siklus (setahun). Klimogram dibuat berdasarkan kombinasi dua data unsur cuaca rata-rata bulanan. 


      Klimogram  dapat dikatakan sebagai bentuk klasik dari representasi iklim suatu wilayah dengan cara yang sederhana atau perbandingan variasi iklim pada dua daerah atau lebih. Klimogram dapat pula berguna untuk mengevaluasi introduksi, perkembangan dan adaptasi serta kemungkinan penyebaran suatu makhluk hidup pada daerah yang diteliti.

      Klimogram diplot konstruksinya dengan sumbu X salah satu variabel iklim (suhu, curah hujan, kelembapan dan lain-lain) dan sumbu Y adalah rata-rata dari variabel yang lain. Digabungkan dalam 12 titik membuat suatu poligon daerah.

      Klimogram dapat dibuat dengan cara penggambarannya yaitu dengan memplotkan satu atau dua unsur iklim dengan sistem salib sumbu. Unsur iklim tunggal dapat berupa suhu, curah hujan, kelembapan, dan lain-lain dapat   digambarkan dalam bentuk grafik atau histogram.

      Klimogram yang menunjukkan grafik rata-rata bulanan atau harian pada setiap bulan dapat dilakukan dengan sumbu X menunjukkan bulan dan sumbu Y menyatakan besarnya unsur iklim yang dibuat berupa data rata-rata bulanan atau harian. Bila dua unsur iklim yang dikaji klimogram yang dinyatakan dengan grafik ini merupakan hubungan antara unsur iklim yang satu dengan yang lain, dimana unsur iklim yang satu dinyatakan dengan sumbu X dan unsur iklim lain dalam sumbu Y. Unsur iklim yang dapat digunakan untuk menggambarkan klimogram suatu tempat adalah suhu dan curah hujan. Hubungan kedua unsur iklim ini dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan.


      Klimogram juga dibuat untuk menguji apakah suatu daerah sesuai untuk pengembangan suatu tanaman dengan bahan kultivar dan pengelolaan yang sama dengan daerah-daerah yang merupakan sentra/pusat produksi daerah tanaman tersebut. Kondisi unsur-unsur iklim suatu daerah yang merupakan sentra produksi dalam jangka waktu yang panjang mengindikasikan bahwa daerah tersebut secara iklim cocok untuk pertanaman tersebut. Dengan kata lain kondisi iklim berada pada titik optimum sehingga menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

      Tahapan dalam pembuatan klimogram untuk pengembangan tanaman tertentu adalah sebagai berikut:
      1. Tentukan tanaman pertanian atau perkebunan yang akan dicari kesesuaian iklimnya.
      2. Carilah 3 atau lebih daerah yang telah menjadi sentra produksi tanaman tersebut.
      3. Tentukan unsur iklim yang paling berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas produksi tanaman tersebut. Seandainya lebih dari 2 unsur, maka dibuat daftar grafik klimogram dari berbagai variasi hubungan yang ada.
      4. Lakukan inventarisasi data iklim harian, terutama unsur-unsur iklim yang paling berpengaruh selama minimal 10 tahun. Kemudian buat rata-rata bulanan (Januari sampai Desember) dari setiap unsur tersebut.
      5. Kemudian plotkan dalam bentuk grafik garis yang saling berhubungan dari bulan januari sampai bulan desember.
      6. Lakukan overlay antara grafik klimogram daerah sentra produksi dengan grafik daerah yang diuji.
      7. Dari hasil overlay tersebut dapat dilihat bahwa jika antara grafik klimogram sentra produksi dengan grafik daerah yang diuji berhimpit maka daerah yang diuji tersebut secara iklim cocok dikembangkan untuk budidaya tanaman tersebut.
      Gambar 1. Contoh langkah-langkah membuat klimogram

      Aplikasi klimogram dapat pula digunakan dengan aplikasi yang otomatis yang dapat didownload di sini .
      Berikut ini adalah contoh dari tampilan aplikasi Climogram 1.0 :


       

      Gambar 2 dan 3. Contoh tampilan aplikasi Climogram 1.0

      Berikut adalah contoh penggunaan aplikasi untuk menentukan klimogram curah hujan dan suhu udara rata-rata di Banjarbaru :



      Gambar 4. Klimogram curah hujan dan suhu udara rata-rata Banjarbaru dengan aplikasi Climogram 1.0


      Gambar 5. Klimogram kelembapan udara dan suhu udara Banjarbaru dengan cara manual